IKLAN
IKLAN
LOGIN ADMIN DINAS / OPERATOR
FOTO BUPATI & WAKIL BUPATI

ALIONG MUS & RAMLI

Pembangunan Pasar Rakyat Mencapai 75 Persen
Ditulis oleh : Achun Nurdin

13 Maret 2018 - 01:34:35 WIB

taliabukab.go.id - Proses pembangunan Pasar Rakyat Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, kini telah mencapai 75%. Para pekerja sudah mulai memasang atap pasar. Di sisi lain, area meja dan los serta ruang pedagang yang  akan dibuat lebih luas dari pada pasar sebelumnya. Sesuai amatan media ini bersama Abd. Kadir Nur Ali, S.Sos, selaku Kabag Humas dan protokoler Setda Pulau Taliabu mengatakan, pasar itu dibangun dua lantai. "Progresnya sudah sekitar 75%. Sudah mulai memasang atap," katanya.

Bahkan Areal parkir pasar dibuat lebih luas dari pasar sebelumnya. Area parkir ini rencananya akan diisi oleh para pedagang dadakan, begitu juga disisi timur dapat dilihat lokasi pembuangan air kotoran ikan. Namun, buka untuk pembuangan tulang-tulang atau ikan yang telah rusak. Sedangkan, di dalam aeral pasar terdapat sejumlah meja-meja dari benton."Pasar yang dulu, banyak kendaraan yang diparkir di pinggir jalan sehingga sering macet. Pasar yang baru ini nanti, kami sediakan parkir yang lebih luas," terangnya.

Juru Bicara pemkab Pulau Taliabu ini mengaku optimistis pembangunan pasar selesai tepat waktu. Setelah selesai dibangun, pihaknya akan membuat zonasi dan mengelompokkan pedagang agar lebih rapi. Adapun tepi jalan dan trotoar harus bersih dari pedagang. "jadi nanti aka nada penataan untuk penjual ikan, sayur mayur  dan sembako serta peralatan rumah tangga dan sejenisnya," ujarnya.

Ketika disinggung terkait dengan persoalan pedagang yang menepati lokasi di jalan saat ini? Dirinya mengaku bahwa adanya keringanan yang diberikan pemerintah untuk menepati aeral jalan pada waktu tertentu. Sedangkan, pada waktu lainnya para pedagang juga tidak melakukan aksi penjualan diareal jalan.”Itu juga tidak diareal jalan yang menganggu. Mereka masih menjualan di pinggiran jalan. Namun, karena diblok agar kenderaan tidak masuk dan menyebabkan debu,”kilahnya.

Bahkan, dirinya mengaku para pedagang datang pada sore hari diwaktu tertentu dan berakhir berjualan pada pukul 10.00 sampai dengan 12.00 WIT, dana jelan kembali normal. Hal ini bila dibandingkan dengan kota lain terotoar maupun bahu jalan dipakai berjualan dan saling kejar mengejar dengan para petugas. Namun, di Pulau Taliabu para pedagang menata dirinya sendiri.”Coba lihat di daerah lain. Padahal pasarnya relative besar dan luar. Tetapi di Pulau Taliabu, pasar dalam proses pembangunan dan pedagang juga baru mulai melakukan aktivitas berjualan. Bila dilakukan pelarangan, bagaimana hasil kebun diperjual belikan lagi,”tandasnya. (dhi)

IKLAN
IKLAN
JAJAK PENDAPAT
Bagaimanakah proses pelayanan administrasi pemerintahan Kabupaten Pulau Taliabu?
Puas
Biasa
Tidak Puas

HASIL POLLING
AGENDA DINAS TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 24981 kali
PENGUMUMAN TERBARU