- Beranda
- Indexs Berita Dinas
- Kultum Apel Pagi, Wabup La Ode Yasir Share Rahasia Jadi Pemimpin yang Dicintai Bukan Ditakuti Bawahan
28 Januari 2026 - 08:01:38 WIB
"Seorang pemimpin yang ideal harus memiliki kepekaan untuk membaca situasi di dalam unit kerjanya. Saya mencontohkan bahwa tantangan memimpin sepuluh orang staf bukanlah perkara mudah jika seorang atasan tidak mampu menyatukan pemikiran yang berbeda-beda," ujar Wakil Bupati La Ode Yasir saat membuka kultum apel pagi yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Lama. Rabu, (28/01/2026)
Wabup La Ode Yasir berpendapat bahwa jika pada unit terkecil saja seorang pemimpin sudah gagal, maka tanggung jawab yang lebih besar di tingkat organisasi perangkat daerah akan sulit diemban.
Ia membedah filosofi kepemimpinan di hadapan aparatur sipil negara dengan menekankan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak diukur dari jabatan yang disandang, melainkan dari kemampuannya merangkul dan memahami karakter bawahannya.
"Kemampuan seorang pemimpin di dalam membimbing satu unit yang pertama tentu mampukah memimpin anak buahnya? Bisakah anak buah yang sepuluh orang itu mengikuti pemimpinnya?" cetus Wabup La Ode Yasir
Menurutnya, pemimpin harus mampu menilai berbagai tipe karakter staf agar tercipta harmoni dalam bekerja.
Orang nomor dua di Taliabu ini memberikan catatan kritis mengenai fenomena ketidakhadiran pegawai yang sering terjadi. Ia mensinyalir bahwa sebagian besar alasan staf tidak masuk kantor bukan sekadar karena faktor kemalasan, melainkan karena ketidakcocokan dengan pola kepemimpinan atasannya.
"Ketika seorang staf sudah tidak merasa nyaman atau tidak nyambung dengan pimpinannya, fokus dalam melaksanakan pekerjaan pun akan hilang," ratapnya
Terkait dengan pelaksanaan Uji Kompetensi Wawancara bagi pejabat eselon II, La Ode Yasir mengingatkan para calon kepala dinas untuk menunjukkan kapasitas terbaik di hadapan bupati.
Wabup yang juga mantan Kapolsek ini meminta agar setiap pertanyaan dijawab dengan substansi yang kuat, bukan sekadar asal menjawab demi mendapatkan jabatan.
Secara tegas, Wabup mengungkapkan, bahwa Bupati Sashabila Widaya L Mus sangat jeli dalam menilai siapa yang benar-benar mampu memimpin dan siapa yang hanya mengejar posisi.
Terlebih dalam era digitalisasi pemerintahan, bahwa pengawasan pimpinan saat ini menembus batas jarak.
"Meskipun bupati tidak berada di tempat, komunikasi intensif terus dilakukan melalui kanal digital seperti grup WhatsApp," imbuhnya
Ia mengingatkan agar setiap instruksi segera direspons dengan cepat dan transparan. Jika ada kendala teknis yang menghalangi penyelesaian tugas, dan meminta agar hal tersebut disampaikan secara jujur daripada memberikan janji yang tidak terealisasi.
"Jangan beralasan bahwa iya-iya saya nanti sekarang-sekarang, ternyata pekerjaan itu memang tidak bisa kita selesaikan. Kalau bisa dikerjakan, silakan kerjakan cepat. Kalau tidak bisa, sampaikan kendala-kendalanya," sindir Wabup
Momentum penyelenggaraan Uji Kompetensi Teknis Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama tahun 2026 yang diikuti oleh 39 pejabat administrator potensial. Wabup La Ode Yasir berharap dapat melahirkan pemimpin yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam menggerakkan roda pemerintahan di daerah.
