- Beranda
- Indexs Berita Dinas
- Atasi Krisis Kapal, Pemprov Malut dan Pemda Taliabu Gandeng Uki Raya Pulangkan Warga dari Kendari
14 Maret 2026 - 17:08:58 WIB
Humas,- Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi menggandeng PT Uki Raya Lines untuk memulangkan 302 warga dari Kendari secara gratis.
Langkah cepat ini diambil setelah Kapal Sabuk Nusantara 57 dinyatakan kelebihan kapasitas, sehingga pemerintah daerah segera mengintervensi dengan menyediakan armada tambahan guna memastikan seluruh warga bisa pulang ke kampung halaman merayakan hari raya bersama keluarga
Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L. Mus menyampaikan bahwa prioritas utama pemerintah adalah memastikan keselamatan dan kenyamanan warga selama perjalanan.
"Para penumpang yang terdaftar merupakan masyarakat Taliabu dan Sula yang memang sangat mendambakan pulang ke kampung halaman menjelang hari raya," ujar Bupati Sashabila usai menggelar rapat koordinasi secara virtual yang melibatkan Ditjen Perhubungan Laut, DPRD Provinsi, dan pihak Lanal serta Ditpolairud Polda Sulawesi Tenggara

Ia mengungkapkan, guna memastikan adanya alternatif transportasi yang aman bagi 302 penumpang, akan diberangkatkan menggunakan kapal milik PT Uki Raya Lines
Lanjut Bupati, keterlibatan pemerintah dalam menanggung biaya tiket merupakan bentuk perhatian dan kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat.
Dimana seluruh biaya tiket perjalanan ini sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov Malut dan Pemda Taliabu
"Ini bukan sekadar bantuan transportasi, melainkan upaya mempererat kebersamaan dan memastikan kebahagiaan menyambut hari besar keagamaan tidak terganggu oleh kendala teknis angkutan laut," pungkasnya
Sekedar informasi, berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, kapal dijadwalkan bertolak dari Pelabuhan Kendari pada hari Minggu, 15 Maret 2026, tepat pukul 17.00 WITA.
Perjalanan laut ini diperkirakan memakan waktu sekitar 18 jam dengan rute pelayaran mulai dari Kendari menuju Bobong, Lede, Tikong, Jorjoga, hingga pemberhentian terakhir di Falabisahaya.
Data manifest menunjukkan distribusi penumpang tersebar ke berbagai wilayah, dengan rincian sebanyak 232 orang menuju Bobong, 29 orang ke Tikong, 23 orang ke Falabisahaya, dan sisanya menuju Lede, Jorjoga, serta Sanana.
