- Beranda
- Indexs Berita Dinas
- Jadi Dosen Tamu di Universitas Indonesia, Bupati Sashabila Paparkan 'Political Willingness' dalam Transformasi Birokrasi Taliabu
15 April 2026 - 19:14:18 WIB
Humas,- Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus, hadir memenuhi undangan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) sebagai dosen tamu dalam kuliah umum yang berlangsung di Ruang Balai Sidang Djokosoetono, Kampus UI Depok, Rabu (15/4/2026)
Dalam sesi perkuliahan yang membedah topik kebijakan praktik perencanaan dan penganggaran daerah berbasis inovasi tersebut, Bupati Sashabila menekankan bahwa transformasi birokrasi di wilayah kepulauan seperti Taliabu tidak dapat berjalan efektif tanpa didukung oleh data yang akurat serta kemauan politik yang kuat dari pemimpinnya.
Bupati Sashabila memaparkan tantangan besar dalam mengelola daerah yang memiliki ketergantungan fiskal tinggi terhadap pusat.
"Selama ini kendala utama pembangunan bukan hanya terletak pada keterbatasan anggaran, melainkan pada ketimpangan akses informasi dan rendahnya kepercayaan diri masyarakat," ujar Bupati
Ketimpangan akses yang dihadapi setiap hari inilah yang menurutnya menjadi akar dari hambatan kemajuan, sehingga diperlukan langkah berani untuk mengubah standar kepemimpinan yang ada.
Terkait aspek teknis pemerintahan, Bupati mengungkapkan bahwa sejak awal menjabat, fokus utamanya adalah membenahi tata kelola keuangan melalui pemutakhiran data.
Ia menyebutkan bahwa data yang akurat adalah instrumen krusial bagi pemerintah daerah agar program strategis nasional, seperti bantuan infrastruktur dan kesehatan, bisa tepat sasaran.
"Tanpa verifikasi data yang kuat, daerah akan sulit meyakinkan kementerian teknis untuk mengucurkan anggaran yang dibutuhkan bagi pembangunan infrastruktur krusial, termasuk pembangunan jalan lingkar Taliabu yang membutuhkan dana mencapai triliunan rupiah," sebutnya
Kepala daerah muda ini juga menyoroti pentingnya keberanian pemimpin dalam mengambil keputusan, membangun wilayahnya hanyalah political willingness.
Menurutnya, setiap produk hukum maupun regulasi yang lahir di tingkat daerah tidak jarang bersinggungan dengan kepentingan politik, sehingga integritas pemimpin dalam menyelaraskan kepentingan tersebut dengan kesejahteraan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan kebijakan.
"Saya ingin memastikan masyarakat memiliki akses informasi yang transparan. Seluruh anggaran nantinya bisa dipertanggungjawabkan melalui data yang masyarakat sendiri bisa buka, sehingga mereka tahu ke mana arah relokasi anggaran dilakukan," tuturnya
Ia juga menambahkan bahwa legasi terbesar yang ingin ditinggalkan bukanlah bangunan fisik yang megah, melainkan sebuah sistem birokrasi yang mandiri dan berdaya saing.
"Saya tidak ingin membangun istana daerah yang megah, saya lebih memilih membangun prinsip, membangun akses, dan membangun kesempatan yang nantinya bisa berlipat ganda untuk anak-anak asli Taliabu," tegasnya.
Menutup perkuliahannya, Bupati Sashabila mengajak para akademisi dan mahasiswa untuk tidak hanya melihat pembangunan dari sudut pandang teks buku semata, melainkan mempertimbangkan realitas sosiokultural di lapangan.
"Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan seperti Universitas Indonesia dapat terus diperkuat untuk menghasilkan kebijakan yang tidak hanya tepat secara teori, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat di wilayah tertinggal dan terluar," pungkasnya
