- Beranda
- Indexs Berita Dinas
- Respons Keluhan di Medsos, Bupati Sashabila Tinjau Kendala KUR Petani di Desa Kilong
24 April 2026 - 18:26:54 WIB
Humas,- Bupati Sashabila Mus melakukan peninjauan langsung ke lokasi perkebunan milik Kelompok Tani Pandan Wangi di Desa Kilong sebagai langkah nyata merespons keluhan masyarakat yang masuk melalui akun media sosialnya.
Kunjungan ini difokuskan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi para petani dalam mengakses pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI, yang selama ini menjadi hambatan utama dalam upaya peningkatan produksi pertanian di Taliabu
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sashabila menyoroti adanya hambatan komunikasi dan kurangnya edukasi teknis bagi para petani mengenai prosedur pengajuan pinjaman serta mitigasi risiko keuangan.
Bupati mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi petani saat ini bukan semata-mata karena ketidakmampuan, melainkan minimnya sosialisasi mendalam dari pihak perbankan.
Hal ini menyebabkan terjadinya kesalahan administratif atau ketidakpahaman mengenai skala risiko pinjaman.
"Tugas Pemerintah Daerah adalah menjembatani komunikasi ini. Petani kita belum mendapatkan edukasi yang cukup mengenai risiko, baik skala rendah maupun menengah. Kesalahan pengajuan yang terjadi seringkali bukan karena kesalahan masyarakat, tapi karena ketidaktahuan informasi," ujar Bupati Sashabila di lokasi perkebunan. Jumat (24/04/2026)
Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, Bupati menginstruksikan Dinas Pertanian memastikan setiap petani memiliki skala usaha yang layak sehingga kebutuhan pasar lokal maupun program strategis lainnya dapat tercukupi secara mandiri.
Ia juga menekankan pentingnya manajemen produksi yang baik agar para petani tidak hanya bergantung pada Dana Desa.
Menurutnya, kondisi setiap desa berbeda-beda, sehingga intervensi pemerintah harus tepat sasaran sesuai kebutuhan lokal tanpa harus membebani anggaran desa untuk program yang bersifat nasional.
Ia menambahkan untuk mengatasi kebuntuan akses modal, Pemerintah Daerah akan memfasilitasi ruang pertemuan di balai desa dengan mempertemukan petani dan pihak perbankan secara langsung serta melibatkan pihak Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara melalui via link zoom
Lanjut Bupati, pemerintah daerah akan mengundang pihak BRI untuk menjelaskan secara rinci mengenai syarat, mekanisme, dan alasan penolakan berkas agar tidak terjadi miskomunikasi.
"Pertemuan akan dikunci khusus membahas KUR Pertanian agar petani dapat berkonsultasi secara mendalam tanpa distraksi topik lain," jelasnya
Pemda melalui dinas terkait akan mendampingi proses verifikasi agar profil risiko petani menjadi lebih bankable atau layak mendapatkan pembiayaan.
"Kami ingin memastikan produksi kita maksimal. Kita akan dorong otoritas yang kita punya untuk mencarikan jalan keluar pendanaan, baik melalui perbaikan tata kelola mandiri (swakelola) maupun kerjasama dengan pihak penyedia pangan di tingkat provinsi," tandas Bupati.
