- Beranda
- Indexs Berita Dinas
- Pangkas Jarak Pelayanan, Pemda Taliabu Hadirkan Inovasi Perizinan Keliling
02 Juni 2026 - 13:54:26 WIB
Humas,- Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Bagian Perekonomian dan SDA Setda meluncurkan inovasi pelayanan perizinan keliling "LIANG SIA" atau "Satu Hati" guna mendekatkan akses pelayanan publik kepada masyarakat yang dipusatkan di Desa Gela dan Desa Jorjoga
Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Silfester S. Wandan mengatakan, program jemput bola ini dirancang khusus untuk memotong jalur birokrasi dan mempermudah para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memperoleh izin usaha secara legal dan gratis melalui aplikasi Online Single Submission (OSS).
"Inovasi ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan visi dan misi kepala daerah, khususnya pada misi keempat yang berfokus pada penguatan peran UMKM, peningkatan nilai tambah produk, serta perluasan kesempatan kerja demi kesejahteraan masyarakat," ujar Kadis Sifester
Kadis Stev sapaan akrabnya, juga mengimbau para pelaku usaha untuk segera mengurus Nomor Induk Berusaha atau NIB. Menurutnya, kepemilikan NIB sangat krusial karena pelaku usaha akan memiliki legalitas resmi yang terdaftar dalam database pemerintah.
NIB menjadi pintu masuk untuk mengakses permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), membuka peluang kemitraan dengan pengusaha besar
"Kami berupaya memastikan bahwa aktivitas usaha yang dijalankan tidak menimbulkan risiko negatif terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar," tandasnya
Senada dengan itu, Camat Taliabu Utara Ferdinand Laso, SE mengapresiasi penuh terobosan tersebut. Dirinya mengakui selama ini kendala geografis dan jarak tempuh sering kali menjadi batu sandungan bagi warga desa untuk mengurus legalitas usaha mereka ke ibu kota kabupaten.
"Kemarin-kemarin masyarakat harus ke Bobong untuk urus izin, perlu waktu dan biaya. Sekarang Tim PTSP hadir membantu masyarakat, perizinan gratis tanpa biaya," ungkap Camat Ferdinand
Ia menyebutnya, berbagai jenis usaha turut mendaftar mulai dari toko sembako, toko pakaian, warung makan, depot air isi ulang, dan bengkel
"Hingga usaha pembuatan batako atau tela press, juga turut bergantian mendaftarkan diri," imbuhnya
Sebagai informasi, agenda pelayanan jemput bola ini turut dihadiri, Kepala Desa Gela, tokoh agama wilayah Gela-London, para pelaku usaha dari Desa Gela, Desa London, serta Desa Minton.
