- Beranda
- Indexs Berita Dinas
- Wujudkan Daerah Ramah Anak, Pemda Taliabu Bakal Hadirkan UPTD PPA
16 Juni 2026 - 08:05:21 WIB
Humas,- Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) yang bersinergi dengan Bagian Organisasi Setda Pulau Taliabu kini mematangkan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).
Sekretaris Nurhaida, S.K.M., M.Kes, menyampaikan, pembentukan UPTD PPA ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam memitigasi serta menangani persoalan kekerasan berbasis gender dan anak
Ia mengungkapkan, keberadaan unit pelaksana teknis ini diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam sistem perlindungan sosial di Pulau Taliabu.
Menurutnya selama ini, penanganan kasus yang melibatkan perempuan dan anak sering kali terkendala jarak serta keterbatasan akses layanan yang komprehensif.
"Kehadiran UPTD PPA Tipe B dapat memangkas birokrasi penanganan perkara, mulai dari penerimaan aduan, pemberian suaka, hingga pemulihan trauma korban secara terintegrasi," ujar Nurhaida. Selasa (16/06/2026)
Lanjut dia, hasil validasi ini menjadi capaian penting dengan dinyatakannya lolos validasi dan siap dibentuk sebagai UPTD PPA Tipe B
"Maka upaya menghadirkan layanan perlindungan yang lebih cepat, terarah, dan profesional bagi perempuan dan anak semakin dekat untuk diwujudkan," imbuhnya
Ia menerangkan, kelembagaan baru ini menyediakan ekosistem pelindungan yang hulu ke hilir, yang mencakup pendampingan psikologis, bantuan hukum selama proses peradilan, fasilitasi rujukan medis, hingga program reintegrasi sosial agar korban dapat kembali beraktivitas di tengah masyarakat dengan aman.
"Keberadaan unit ini kelak akan memperkuat fungsi pengawasan pemerintah daerah sekaligus mengoptimalkan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan aparat penegak hukum dan lembaga swadaya masyarakat," terangnya
Dirinya berharap seluruh proses administrasi pasca-validasi dapat berjalan tanpa hambatan sehingga operasional kantor layanan bisa segera dinikmati oleh masyarakat luas yang membutuhkan pertolongan darurat.
"Kami berharap melalui upaya ini mampu mendorong terciptanya kultur masyarakat yang lebih sensitif gender dan protektif terhadap tumbuh kembang anak, sekaligus mengukuhkan posisi Pulau Taliabu sebagai daerah yang inklusif dan aman," pungkasnya
