LOGIN ADMIN DINAS / OPERATOR
FOTO BUPATI & WAKIL BUPATI

Widya Mus & La Ode Yasir

Mengenal Lebih Dekat Sekda Taliabu Dr. Yosar Kardiat Melalui Rekam Jejak dan Visinya
Ditulis oleh : Andri Permata, M.AP

18 Juli 2026 - 12:05:36 WIB

Edisi Feature Biografi. Sabtu, (18/07/2026)


Humas,- Setelah melewati serangkaian proses mekanisme Manajemen Talenta yang ketat, kini persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah sah dikantongi daerah untuk melantik Dr. Yosar Kardiat, S.STP., M.M. sebagai Sekda definitif 

Jika tidak ada perubahan jadwal, prosesi pengambilan sumpah jabatan akan dipimpin langsung oleh Bupati Sashabila Mus dalam pekan ini. 

Tentu dengan hadirnya Dr. Yosar seorang doktor administrasi publik yang mengawali kariernya dari bawah sebagai lurah diharapkan mampu membawa angin segar sekaligus pembenahan nyata dalam tata kelola birokrasi daerah.

Rekam Jejak Dr. Yosar

Perjalanan karier Dr. Yosar Kardiat merupakan potret panjang dari seorang pamong praja yang meniti tangga dari dasar. Dilantik sebagai Lurah Besusu Timur di Kota Palu pada Februari 2002, ia menghabiskan waktu empat tahun untuk berhadapan langsung dengan urusan mendasar masyarakat di tingkat kelurahan. 

Pengalaman di lini terbawah inilah yang membentuk kepekaan sosialnya sebelum ia bergerak ke berbagai portofolio strategis lainnya.

Lahir sebagai putra dari Mayor (Purn) DR. Kardiat dan Hj. Eltje Rifai, kedisplinan kuat telah tertanam dalam dirinya sejak menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Palu. 

Pria kelahiran 1975 ini kemudian memantapkan komitmennya di dunia abdi negara dengan menyelesaikan pendidikan S-1 Pemerintahan di STPDN Jatinangor pada tahun 1999.

Selepas dari kelurahan, kapasitas manajerialnya terus diuji di berbagai medan. Dr. Yosar tercatat pernah menduduki posisi Kepala Bidang Pengawasan Pemerintah Aparatur, Kepala Bagian Perlengkapan, hingga bergeser ke Kabupaten Morowali untuk memimpin Bidang Program dan Bidang Darat di Dinas Perhubungan. 

Kepemimpinan teritorialnya kembali diasah secara nyata saat ia dipercaya menjadi Camat Bungku Selatan (2007) dan Camat Bumi Raya (2009).

Kariernya di tingkat daerah terus menanjak hingga menempati posisi eselon IIb sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali selama empat tahun. 

Di medan bencana, ia ditempa untuk mengambil keputusan cepat dan taktis. Sebelum berlabuh di Taliabu, ia juga sempat mendedikasikan ilmunya selama enam tahun sebagai Kepala Bagian Tata Usaha di IPDN Kampus Sulawesi Selatan sejak 2019.

Dr. Yosar bukanlah tipe birokrat yang sekadar menjalankan rutinitas di balik meja. Hasrat akademisnya terus berjalan beriringan dengan tugas kedinasan. 

Diketahui, usai meraih gelar Magister Manajemen SDM pada 2006, dirinya berhasil merengkuh gelar akademik tertinggi sebagai Doktor (S-3) Administrasi Publik dari Universitas Hasanuddin pada tahun 2024 lalu.

Pemikiran kritisnya dituangkan secara tajam dalam jurnal ilmiah bertajuk "Organisasi Sebagai Arena Kekuasaan Politik" (2022). Dalam pandangannya, organisasi publik tidak boleh dilihat dari sudut pandang mekanis yang kaku atau instrumental semata. 

Bagi Dr. Yosar, birokrasi adalah sebuah arena hidup yang dinamis, tempat aturan resmi dan realitas sosial di lapangan saling berinteraksi. Pemikiran kritis tersebut ia pertajam melalui dua karya literatur mendalam, yakni buku berjudul "Perilaku Pegawai Negeri Sipil dalam Penerapan Penyetaraan Jabatan Administrasi" serta buku "Manajemen SDM dan Perilaku Manusia Modern" (2026).

Lewat risetnya, ia menekankan, peningkatan kualitas pelayanan publik tidak akan pernah cukup jika hanya menyentuh perubahan prosedur atau dokumen di atas kertas. 

Kunci utamanya terletak pada pembenahan budaya organisasi dan hadirnya kepemimpinan yang baik yang mampu menjaga perilaku pelayanan agar tetap responsif, beretika, dan konsisten.

Kebijaksanaan atau diskresi memang memberikan ruang bagi birokrasi untuk lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat. 

Namun, dirinya juga menyimpan bahaya inkonsistensi jika tidak berpijak pada dasar bersama dan arah yang pasti.

Pengabdian di Bumi Hemungsia Sia Dufu

Kini, seluruh akumulasi pengalaman lapangan, wawasan teknis termasuk pengalaman internasionalnya saat menjadi pembicara Pengurangan Risiko Bencana di New Zealand pada 2016, serta kedalaman teoritisnya akan diuji di Kabupaten Pulau Taliabu. 

Tugas besar sebagai Sekda definitif telah menanti di depan mata, diantaranya mengoordinasikan seluruh OPD, menata manajemen SDM aparatur, dan menerjemahkan visi pembangunan Bupati Sashabila Mus dan Wakil Bupati La Ode Yasir ke dalam program kerja yang nyata.

Di balik seragam dinasnya, penerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya X Tahun dari Presiden RI ini tetaplah seorang kepala keluarga yang menempatkan rumah sebagai jangkar moralnya. 

Didampingi sang istri, Shiva Yossy Aningsih, serta keempat anaknya M. Tegar Setyawan Kardiat, Muh. Daffa Faiz Abrar Kardiat, Muh. Revand Anindya Kardiat, dan Syua Kamila Putri Kardiat Yosar siap mendedikasikan waktu dan pemikirannya untuk kemajuan Taliabu.

Pelantikan yang akan digelar dalam pekan ini tidak sekadar seremoni pergantian jabatan, melainkan awal dari harapan baru menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan rakyat sebagaimana semboyan yang kerap digelorakan "Taliabu Bangun, Bangun, Bangun!"

JAJAK PENDAPAT
Bagaimanakah proses pelayanan administrasi pemerintahan Kabupaten Pulau Taliabu?
Puas
Biasa
Tidak Puas

HASIL POLLING
AGENDA DINAS TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser : Mozilla 5.0
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 873773 kali