IKLAN
IKLAN
LOGIN ADMIN DINAS / OPERATOR
FOTO BUPATI & WAKIL BUPATI

ALIONG MUS & RAMLI

Bupati Taliabu Di Minta Lockdown Daerah
Ditulis oleh : Achun Nurdin

26 Maret 2020 - 11:24:06 WIB

Taliabukab.go.id—Upaya menghadapi pencegahancorona virus (Covid-19) di Kabupaten Pulau Taliabu, DPRD Pulau Taliabu melakukan rapatkoordinasi (rakor) bersama pimpinan OPD. Rakor yang di gelar, selasa (24/3) di ruang paripurna DPRD menghasilkan 8 kesepakatanyang nantinya akan didorong untuk direkomendasikan pihak Pemda melalui Bupati Pulau Taliabu.

Dimana delapan kesepakatan itu adalah meliburkan seluruh sekolah di Taliabu, menutup hiburan malam, Membentuk grup WA untuk mempermudah koordinasiantara DPRD dan OPD terkait, Membatasi aktifitas masyarakat untuk hal- hal yang tidakperlu, Pemantaaun harga Sembako di pasar,  Menghentikan transportasi laut kapal penumpang selainkapal barang bermuatan kebutuhan pokok masyarakat, Selalu melakukan pemantauan setiap saat terhadapketersediaan pangan dan Khusus dinsos, ketersedian bahan bansos yang sementaraada di gudang untuk daerah-daerahyang di isolasi.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh OPD diantaranya Asisten 2 SetdaPulau Taliabu H. La Hudia Usman, Kadis Perhubungan Abdul kadir Nur Ali,Kepala BPBD Sutomo Teapon, Dinas Perindakop, Muchlis Soamole,  KadisSosial La Utu Ahmadi, Dinas Ketahanan Pangan, dansejumlah anggota DPRD Pulau Taliabu.

Dalam pertemuan itu, Sukardinan Budaya anggota DPRDdari PKB menilai PemdaPulau Taliabu terlihat lambat dalam menyikapi penyebaran daribahaya virus corona."Saat ini seorang warga Taliabu sudah ada pasien yang diduga telah positif terinfeksi virus corona, Pemda belum mengeluarkankebijakan lowkdown, inikan mencerminkan Pemdatak memiliki langka taktis dalam mencegah virus ini,"terangnya.

Ia mengatakan, dari kasus yang telah ada ini marilahdisikapi secara baik, agar korban yang terinveksi tidakbertambah lagi, mengingat jalur akses kapal masuk keTaliabu ini cukup banyak, mulai dari kapal yang dariManado, Ternate, Kendari, Bau-Bau termasuk kapal yangmemuat kopra di wilayah kecamatan Taliabu Timur Selatanuntuk di bawa ke Bitung dan luwuk."Apakah dinas perhubungan dan kesehatan biasmendeteksi jika ada korban yang terinfeksi, kan tidak bisa.Jangan sampai virus ini telah tertular dan menambajumlah pasien positif terinfeksi corona ini, baru Pemdamulai sibuk me-lokcwdown," ungkapnya kesal.

Semestinya, lanjut Dinan sejak muncul persoalan viruscorona ini Pemda sudah mengambil langkah pencegahan(lockdown) agar akses kapal yang masuk dan pergi dariTaliabu tidak menimbulkan atau terinfeksi virus corona ini."Tidak mungkin torang mengambil kebijakan ketika sudahtersebar virus ini baru ambil kebijakan, seharusnya itu dicegah duluan, jangan sampai sudah ada imbasnya barukeluarkan kebijakan. Sehingga Pemda sudah harusmengeluarkan kebijakan Lockdown," pintanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh kadis perhubungan,Abdul kadir Nur Ali meskipun dirinya menilai sebelumLockdown ini di terapkan, hal lainnya yang perlu dipikirkan adalah bagaimana deng suplai logistik mengingatketersediaan pangan di Taliabu tidak cukup."Lockdown dalam jangka waktu 14 hari adalah waktu yangpanjang, di bandingkan ketersedian pangan berupa berasdan kebutuhan pokok lainnya, sehingga kalau maulockcdown kapal penumpang saja yang di hentikansementara untuk kapal yang muat logistik tetap harus dibiarkan," cetusnya.

Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota DPRDmenjamin hal tersebut apabila Pemda Siap me lockdowndan bisa bekerja sama."Kebetulan saya punya kapal Laut berkapasitas 200 tondan sementara berlabuh di Taliabu (Tabona), jika Pemdabisa bekerja sama maka kapal tersebut bisa di gunakanuntuk keperluan suplai logistik. Beber Dedi Mirzan(anggota DPRD) yang memulai karirnya pelaku usaha ini.Politisi partai demokrat ini bahkan menyanggupi untukdistribusi logistik nantinya bukan hanya terpusat diBobong, melainkan di seluruh kecamatan se-Taliabu punbisa di lakukan"Kalaupun nanti Pemda siap menggunakan kapal saya dan

kita sepakati, tentu yang mesti di pikirkan mungkin ABKdan keamanan diri mereka saat memuat logistik, kalausaya tidak ada masalah," katanya.

Sementara itu Asisten II Setda Pulau Taliabu, La HudiaUsman, mengatakan agar pembahasan Lockdown ini di bahasawal dulu antara sesama Pimpinan, dalam hal ini Bupatidan pimpinan Dewan."Menurut saya sebagai langkah yang terbaik, kalauseandainya mau lockdown, tolong antara pimpinandengan pimpinan, nanti keputusan antara pimpinanpimpinan baru kita yang di bawa ini menerima,"pungkasnya. (dhi)

IKLAN
IKLAN
JAJAK PENDAPAT
Bagaimanakah proses pelayanan administrasi pemerintahan Kabupaten Pulau Taliabu?
Puas
Biasa
Tidak Puas

HASIL POLLING
AGENDA DINAS TERBARU
STATISTIK PENGUNJUNG
  • Browser :
  • OS : Unknown Platform
  • Dikunjungi sebanyak : 126235 kali